Sumber Data Kependudukan (Sensus, Survei dan Registrasi Penduduk)

5
1276

Sumber Data Kependudukan
(Sensus, Survei dan Registrasi Penduduk)

Sumber Data Kependudukan -Data kependudukan penting dalam perencanaan pembangunan, karena semua sektor pembangungan membutuhkan data kependudukan.

Fakta dan data kependudukan harus berkualitas baik -> sumber data terpercaya.

Mengapa sumber data perlu dibahas :

  • Dalam konteks pembangunan, ketersediaan data kependudukan sangat strategis, tetapi juga kualitas data yang tersedia harus baik.
  • Hal tersebut terkait dengan cara dan metode pengukuran indikator demografi.

Kebijakan tentang Sumber Data Kependudukan diatur dengan

  • Undang-undang Nomor 52/2009 tentang Perkembangan Penduduk dan Pembangunan Keluarga
  • Undang-undang Nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan yang kemudian direvisi melalui Undang-undang Nomor 24 tahun 2013
  • Undang-undang Nomor 16/1997 tentang Statistik



A. Sensus PendudukSumber Data Kependudukan

  • Sensus penduduk merupakan proses yang mencakup sejumlah kegiatan sejak pengumpulan sampai dengan desiminasi data demografi, sosial, dan ekonomi.
  • Agar hasil sensus penduduk dapat diperbandingkan antara beberapa negara, maka dapat disepakati untuk melaksanakan sensus penduduk tiap 10 tahun sekali yaitu pada tahun-tahun yang berakhiran dengan angka nol.

Ciri khas Sensus PendudukSumber Data Kependudukan

  1. Bersifat individu, artinya informasi demografi dan sosial ekonomi yang dikumpulkan berasal dari individu, baik sebagai anggota rumah tangga maupun sebagai anggota masyarakat.
  2. Bersifat universal, artinya pencacahan bersifat menyeluruh.
  3. Pencacahan diselenggarakan serentak di seluruh wilayah negara.
  4. Sensus penduduk dilaksanakan secara periodik yaitu pada tiap-tiap tahun yang berakhiran angka nol.

Jenis Sensus ada 2 macam

  • Sensus De Jure, yaitu pencatatan kependudukan hanya kepada mereka yang benar-benar bertempat tinggal di suatu daerah atau negara tempat sensus dilakukan.
  • Sensus De Facto, yaitu pencatatan kependudukan yang dikenakan kepada mereka yang berada di dalam daerah atau negara tempat sensus penduduk dilakukan tanpa memperhatikan asal penduduk



Tujuan utama sensus penduduk

  1. Menyediakan data dasar kependudukan dan perumahan sampai dengan wilayah administrasi terkecil (desa/kelurahan).
  2. Melakukan peremajaan (up-dating) peta wilayah (blok sensus dan desa/kelurahan) hasil pemetaan sensus penduduk atau membuat peta baru untuk wilayah-wilayah baru hasil pemekaran. Peta blok sensus dan peta desa/kelurahan merupakan salah satu instrumen yang digunakan untuk keperluan pencacahan sensus penduduk dan pencacahan sensus kependudukan lain sebelum pelaksanaan sensus berikutnya.
  3. Menyusun Kerangka Contoh Induk (KCI) yang akan digunakan sebagai dasar perencanaan sensus atau survei kependudukan lain sebelum sensus penduduk yang berikutnya serta menyusun sistem informasi geografis (Geographic Informations System/GIS).

Tujuan Khusus Sensus PendudukSumber Data Kependudukan

Tujuan khusus sensus penduduk adalah menghasilkan informasi kependudukan secara lebih rinci dan informasi lainnya untuk keperluan penghitungan berbagai parameter demografis, antara lain angka kelahiran, angka kematian, angka harapan hidup dan lain-lain.

Secara rinci tujuan khusus Sensus Penduduk

  1. Menghasilkan paramater-parameter demografis
  2. Menghasilkan statistik dan indikator penyandang cacat
  3. Menghasilkan statistik dan indikator untuk melakukan evaluasi kinerja pembangunan yang telah menjadi kesepakatan internasional.
  4. Menghasilkan statistik dan indikator yang dapat digunakan untuk pencapaian pembangunan nasional.
  5. Menghasilkan data statistik potensi penduduk di seluruh Indonesia

Manfaat Sensus Penduduk

  1. Untuk melakukan perhitungan indikator demografi, khususnya fertilitas dan mortalitas, secara tidak langsung. Secara rinci, manfaat sensus penduduk adalah mengetahui jumlah, distribusi, komposisi dan pertumbuhan penduduk.
  2. Menyediakan data untuk perhitungan indikator demografi untuk kepentingan monitoring dan evaluasi pembangunan.
  3. Menyediakan data untuk melakukan proyeksi penduduk dalam rangka perencanaan pembangunan.



Metode Sensus Penduduk

  • House Holder
    Cara ini dilakukan dengan mengirimkan kuesioner kepada penduduk.
  • Canvaser
    Cara ini dilakukan dengan wawancara langsung. Kuesioner yang sudah disiapkan digunakan sebagai panduan untuk wawancara.

Karakteristik sensus penduduk yang harus dipenuhi :

  • Mencakup semua orang yang tinggal di suatu wilayah.
  • Dilakukan dalam waktu tertentu dan serentak.
  • Meliputi suatu wilayah tertentu.

Ketentuan sensus yang lain :

  • Unit cacah: perorangan, bukan keluarga atau rumah tangga.
  • Dilaksanakan secara periodik.
  • Dinyatakan selesai bila hasilnya telah dipublikasikan.

Kelebihan Sensus Penduduk

  • Cakupan wilayah :  dilakukan sampai pada unit administrasi terkecil. Hal ini akan memiliki implikasi terhadap ketersediaan data pada berbagai level administrasi.
  • Cakupan data : mencakup data dasar yang lengkap. Lengkap cakupannya.
  • Dapat digunakan sebagai sampling frame untuk survei lain.
  • Terbebas dari kesalahan karena sampel (sampling error).

Kelemahan Sensus Penduduk

  • Biaya sangat mahal (menyeluruh).
  • Bersifat snapshot atau cross-sectional, sehingga hasil sensus penduduk hanya dapat dibandingkan setelah 10 tahun. Perubahan yang sifatnya tahunan tidak dapat diketahui.
  • Ketika di suatu wilayah sedang terjadi bencana (alam atau sosial) maka pecacahan tidak dapat dilakukan. Hal ini terjadi di Indonesia pada tahun 2000 sehingga untuk beberapa wilayah, yaitu Kalimantan Barat (konflik sosial), Maluku (konflik sosial) dan Aceh (tsunami) tidak dapat mencakup seluruh wilayah. Kemungkinan tidak semua tercacah, karena terdapat wilayah yang sulit dijangkau (remote area).

B. Survei

  • Pengertian Survei Penduduk : merupakan cara pengumpulan data yang dilaksanakan melalui pencacahan sampel dari suatu populasi.
  • Metode sampling yang digunakan menjadi sangat penting. Mengapa?
  • Contoh survei : SUSENAS, SAKERNAS, SUPAS, RISKESDAS

Manfaat SurveiSumber Data Kependudukan

  • Sebagai bahan pertimbangan (input) untuk sensus yang akan datang.
  • Untuk mengestimasi hasil sensus yang akan datang.
  • Untuk mengkoreksi/evaluasi hasil sensus yang lalu dan melengkapinya bila ada kekurangan. —Untuk mengetahui perubahan penduduk setelah 5 tahun sensus.
  • Untuk mengetahui kondisi penduduk antara dua sensus

Jenis Survei Penduduk

  • Singgle Round Survey (survei bertaraf tunggal)
    Petugas mengajukan beberapa pertanyaan mengenai kejadian atau peristiwa demografi yang dialami seseorang di masa lalu dalam periode tertentu.
  • Multi Round Survey (survei bertaraf ganda) Petugas melakukan kunjungan rumah berulang kali dengan interval waktu tertentu.
  • Kombinasi metode Singgle Round Survey dan Multi Round Survey atau kombinasi salah satu metode dan registrasi

Kelebihan Survei

  • Lebih efisien, karena cakupan wilayah dan penduduk yang disurvei lebih kecil.
  • Kualitas data mungkin lebih baik dari pada sensus.
  • Informasinya untuk topik tertentu lebih rinci dibandingkan dengan sensus penduduk.
  • Hasil survei dapat digunakan untuk membandingkan perubahan isu tertentu pada waktu yang lebih pendek, misalnya kondisi sosial ekonomi dan atau ketenagakerjaan setiap tahun.

Kelemahan Survei

  • Karena data yang dikumpulkan bersifat spesifik, maka hasil survei hanya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu sesuai dengan spesifikasi data yang dikumpulkan.
  • Tingkat representasi data yang dihasilkan terbatas. Sebagai contoh hasil Supas dan SDKI hanya berlaku sampai dengan tingkat provinsi, dan tidak dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi di tingkat kabupaten.

C. Registrasi Penduduk

Pengertian Registrasi Penduduk

  • Di tingkat internasional konsep tersebut disebut dengan catatan sipil dan statistik vital
  • Catatan sipil dilakuan untuk menghasilkan dokumen legal untuk setiap kejadian penting dalam kehidupan penduduk, misalnya kelahiran, kematian, perpindahan, perkawinan, perceraian dan lain-lain.
  • Sementara itu statistik vital adalah statistik atau data yang dihasilkan dari catatan sipil

Pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil

  • Administrasi kependudukan meliputi pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil.
  • Pasal 1 poin 10 undang-undang tersebut menjelaskan bahwa yang disebut dengan pendaftaran penduduk adalah pencatatan biodata penduduk, pencatatan atas pelaporan peristiwa kependudukan dan pendataan penduduk rentan administrasi kependudukan serta penerbitan dokumen kependudukan berupa kartu identitas atau surat keterangan kependudukan.
  • Sementara itu menurut pasal 1 poin 15, yang dimaksud pencatatan sipil adalah pencatatan peristiwa penting yang dialami oleh seseorang dalam register pencatatan sipil pada instansi pelaksana.

Lingkup Registrasi Penduduk

  • Data dikumpulkan secara terus-menerus mengikuti kejadian penting yang dialami oleh penduduk, sehingga bersifat dinamis.
  • Cakupan wilayah bersifat menyeluruh bahkan sampai dengan tingkat Rukun Tetangga (RT).
  • Dilakukan menggunakan dua mekanisme, stelsel pasif dan aktif. Stelsel pasif adalah bahwa pendataan sangat tergantung kepada partisipasi aktif dari penduduk (melaporkan), sementara stelsel aktif menuntut pemerintah aktif mendata.

Kelemahan Registrasi

  • Sampai dengan saat ini data yang dihasilkan masih under-reporting.
  • Karena dasar yang digunakan dalam pendataan adalah de-jure, data yang dihasilkan tidak selalu menggambarkan kondisi di wilayah cacah.
  • Karena data bersifat dinamis, maka pembaharuan data (updating) sangat dipengaruhi oleh sistem, petugas, kesadaran masyarakat.

Keuntungan Registrasi

  • Dapat diketahui perubahan penduduk setiap waktu dan biaya lebih murah.
  • Perubahan penduduk dapat diketahui sampai dengan unit administrasi paling bawah yaitu RT.
  • Dapat digunakan untuk melakukan perhitungan indikator demografi dalam ukuran “rate” secara langsung

Kesalahan yang sering terjadi pada sumber data penduduk, baik sensus, survai maupun registrasi penduduk:

  1. Kesalahan cakupan (error of coverage). Contoh : Terjadi kemungkinan orang dicacah dua kali
  2. Kesalahan isi pelaporan (error of content). Contoh : Kesalahan pelaporan umur/tanggal lahir
  3. Kesalahan ketepatan pelaporan (estimation error) Contoh : Balita tetapi tercatat sudah sekolah.

Faktor yang mempengaruhi ketelitian data:

  • Partisipasi dan kerjasama masyarakat untuk memberikan jawaban yang benar.
  • Masalah geografi: daerah terpencil, sulit dijangkau dan tak ada sarana transportasi yang memadai.
  • Kualitas dan kuantitas pencacah.
  • Pelaksanaan dan sarana yang tersedia atau sistem yang digunakan. Misal: Sarana dan prasarana terbatas.

Sumber Data Kependudukan

Refrensi : PWKL4101 Kependudukan
Sumber Data Kependudukan

5 KOMENTAR

  1. […] Sumber Data Kependudukan (Sensus, Survei dan Registrasi Penduduk) […]

  2. […] Sumber Data Kependudukan (Sensus, Survei dan Registrasi Penduduk) […]

  3. […] Sumber Data Kependudukan (Sensus, Survei dan Registrasi Penduduk) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here