Proses dalam perencanaan wilayah dan kota

0
684

Proses dalam perencanaan wilayah dan kota

PROSES PERENCANAAN Menurut kamus basar bahasa indonesia  Proses diartikan sebagai “runtunan perubahan”  (peristiwa) dalam perkembangan sesuatu”.  Proses  adalah urutan pelaksanaan atau  kejadian  yang terjadi secara alami atau didesain, mungkin menggunakan  waktu,  ruang,  keahlian  atau sumber  daya  lainnya,  yang menghasilkan suatu hasil. Suatu proses mungkin dikenali oleh perubahan yang diciptakan terhadap  sifat-sifat  dari satu atau lebih  objek  di bawah  pengaruhnya.            Menurut kamus online oxford  perencanaan  diartikan sebagai  ‘’the process of making plans for  making’’ (proses membuat rencana sesuatu).kata   ‘’perencanaan’’ , dalam hal ini diartikan sebagai penyusunan serangkaian strategi, program dan tindakan yntuk megantisipasi kondosi yang diprediksikan akan terjadi di masa depan.kegiatan perecanaan mencakup : (a) kajian kondisi masa lalu sampai saat ini, (b) prediksi kondisi ke masa depan), (c) penetapan tujuan dan sasaran masa depan, dan  (d) perumusan strategi, program dan tindakan untuk mengantisipasi masa depan dan dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.  Pemahaman  “perencanaan” tersebut diperkuat oleh penjelasan Bayer dkk.(2010”  13-17) “urban planning is about the future…is about palce…is about helping  other  people make decisions” (perencanaaan kota itu terkait masa depan , terkait tempat dan untuk membantu kita semua membuat keputusan).Menurut George R. Terry perencanaan adalah: “planning is the selecting and relating of fact and the making and using of assumption regarding the future in the visualization and formulating of proposed activities believed necessary to achieve desired result”.Dalam pengertian tersebut bisa kita simpulkan antara lain:

  1. Perencanaan merupakan kegiatan yang harus didasarkan pada fakta, data dan keterangan kongkret.
  2. Perencanaan merupakan suatu pekerjaan mental yang memerlukan pemikiran, imajinasi dan kesanggupan melihat ke masa yang akan datang.
  3. Perencanaan mengenai masa yang akan datang dan menyangkut tindakan-tindakan apa yang dapat dilakukan terhadap hambatan yang mengganggu kelancaran usaha.

Dengan menggabungkan  dua pengertian diatas maka “Proses Perencanaan” diartikan sebagai langkah-langkah untuk menyusun serangkaian strategi, program dan tindakan untuk megantisipasi kondisi yang diprediksikan akan terjadi di masa depan. Sebagai catatan prencanaan wilayah dan kota sebagai perencanaan yang menjadi urusan publik, maka proses perencanaan (pengambilan keputusan perencanaan) ini melibatkan banyak pelaku’ antara lain:  pemerintah, masyarakat (termasuk pihak swasta) dan para pakar perencana.Adapun arti  Proses perencanaan atau planning adalah bagian dari daur kegiatan manajemen yang terutama berhubungan dengan pengambilan keputusan (decision making)untuk masa depan, baik jangka panjang maupun jangka pendek, sehubungan dengan pokok pertanyaan: apa, siapa, bagaimana, kapan, di mana, dan berapa, baik sehubungan dengan lembaga yang dimanajemeni maupun usaha-usahanya.# 4 Tahap Dasar Perencanaan
Tahap 1 : Menentukan tujuan atau serangkaian tujuan.Perencanaan dimulai dengan keputusan-keputusan tentang keingin tidak efektif.Tahap 2 : Merumuskan keadaan saat ini.Pemahaman akan kondisi sekarang dan tujuan yang hendak dicapai atau sumber daya-sumber daya yang tersedia untuk pencapaian tujuan, adalah sangat penting. Karena tujuan dan rencana menyangkut waktu akan datang. Hanya setelah keadaan saat ini dianalisa, rencana dapat dirumuskan untuk menggambarkan kegiatan lebih lanjut. Tahap 3 : Mengindentifikasikan segala kemudahan dan hambatan.Segala kekuatan dan kelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu di identifikasikan, untuk mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan. Tahap 4 : Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan.Tahap akhir dalam proses perencanaan meliputi pengembangan berbagai pilihan kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian pilihan kegiatan terbaik (paling memuaskan) di antara pilihan yang ada.
Rencana Operasional Perencanaan Operasional ( Operational Planning) Adalah perencanaan jangka pendek yang dirancang untuk menerjemahkan rencana jangka panjang ke dalam serangkaian kegiatan yang lebih rinci Operasional (dibuat untuk dilaksanakan; untuk keperluan tindakan-tindakan kemudian dan seterusnya; bukan yang telah lalu).Tujuan operasinal diturunkan dari tujuan dan rencana taktis. Rencana operasional lebih sempit dengan jangka waktu yang lebih pendek dan banyak melibatkan manajemen tingkat bawah., contoh: program, proyek, dan anggaran.Rencana Standing untuk aktivitas yang berulang, contoh: kebijakan, prosedur standar, dan aturan.
Rencana Strategik
Perencanaan strategic (strategic planning) adalah proses pemilihan tujuan-tujuan organisasi, penentuan strategi, program-program strategi, dan penetapan metoda-metoda yang diperlukan untuk menjamin bahwa strategi dan kebijaksanaan telah diimplementasikan. Perencanaan strategi juga merupakan proses perencanaan jangka panjang yang disusun untuk mencapai tujuan organisasi.Ada tiga alasan yang menunjukkan pentingnya perencanaan strategis :1.Perencanaan strategis memberikan kerangka dasar bagi perencanaan-   perencanaan lainnya.2.Pemahaman terhadap perencanaan strategis akan mempermudah pemahaman bentuk perencanaan lainnya.3.Perencanaan strategis merupakan titik permulaan bagi penilaian kegiatan manajer dan organisasi.Perencanaan strategis adalah proses yang dilakukan suatu organisasi untuk menentukan strategi atau arahan, serta mengambil keputusan untuk mengalokasikan sumber dayanya (termasuk modal dan sumber daya manusia) untuk mencapai strategi ini. Perencanaan Strategis ( Strategic Planning ) adalah sebuah alat manajemen yang digunakan untuk mengelola kondisi saat ini untuk melakukan proyeksi kondisi di masa depan, sehingga rencana strategis adalah sebuah petunjuk yang dapat digunakan organisasi dari kondisi saat ini untuk mereka bekerja menuju 5 sampai 10 tahun ke depan ( Kerzner , 2001).

#Faktor Waktu dan PerencanaanFaktor waktu mempunyai pengaruh sangat besar terhadap perencanaan dalam tiga hal yaitu :1. waktu sangat diperlukan untuk melaksanaakan perencanaan efektif2. waktu sering di perlukan setiap langkah perencanaan tanpa informasi lengkap tentang variabel-variabel dan alternatif-alternatif,karena waktu diperlukan untuk mendapatkan data dan memperhitungkan semua kemungkinan.3. jumlah waktu yang akan dicakup dalam rencan harus dipertimbangkan.Faktor waktu lainnya yang mempengaruhi perencanaan adalah seberapa sering rencana-rencana harus ditinjau kembali dan diperbaiki..ini tergantung sumber daya yang tersedia dan drajat ketetapan perencanaan manajemen.Waktu perkiraan akan menjadi masukan penting sebagai teknik lainnya digunakan untuk mengatur struktur dan semua proyek. Menggunakan teknik estimasi waktu yang baik dapat mengurangi proyek-proyek besar ke sejumlah proyek-proyek kecil.

DAFTAR PUSTAKA
Prof.Ir.Achmad Djunaedi,  MUP, Ph.D. Proses Perencanaan Wilayah dan Kota, Yogyakarta,2011.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here