Mencapai Pembangunan Berwawasan Kependudukan

4
1114

Pembangunan Berwawasan Kependudukan

Pembangunan berwawasan kependudukan (PBK) merupakan suatu konsep pembangunan yang menjadi paradigma baru yang menjadi dasar dan landasan berpikir penyusunan kebijakan pembangunan. Pentingnya konsep PBK telah dicantumkan dalam banyak dokumen sebagai hasil konvensi internasional di bidang kependudukan dan pembangunan. Tetapi ketika hal tersebut masih dalam tataran konsep maka muncul kesulitan dalam menerjemahkan secara operasional dalam implementasi pembangunan.

Terdapat dua isu terkait dengan pembangunan berkelanjutan (PBK), yaitu masalah yang menyangkut isu konseptual dan operasionalisasi konsep. Dari sisi konsep, pembangunan berwawasan kependudukan (PBK) dalam banyak kesempatan disetarakan dengan konsep people centered development. Secara sederhana konsep ini menjelaskan bahwa pembangunan harus menjadi penduduk sebagai pusat atau titik sentralnya. BKKBN telah berusaha untuk menjabarkan konsep tersebut secara lebih jelas dengan memperjelas posisinya dalam konsep pembangunan lain (Permana, 2012). Hal tersebut merupakan langkah awal yang harus ditindaklanjuti, sebab pengertian PBK dapat ditarik ke perspektif yang lebih luas dengan mengaitkannya dengan konsep yang lain, misalnya pembangunan manusia (human development), dan pembangunan sumber daya manusia (human resource development). Perluasan konsep tersebut juga telah dilakukan oleh BKKBN melalui serangkaian diskusi dengan tim ahli dan melakukan pilot project serta analisis data sekunder untuk seluruh Indonesia.

Konsep pembangunan berwawasan kependudukan berhasil dirumuskan dengan mengaitkannya dengan beberapa konsep pembangunan (laporan IPBK, 2015) yaitu :

  1. Konsep Pembangunan Berkelanjutan
  2. Konsep Pembangunan Manusia
  3. Konsep Pembangunan Sumber Daya Manusia
  4. Konsep Pembangunan Berwawasan Kependudukan

Hubungan antar keempat konsep tersebut dapat disajikan dalam Gambar berikut.

Berdasarkan kajian terhadap keempat konsep pembangunan tersebut di atas, maka pengertian tentang pembangunan berwawasan kependudukan dapat dirumuskan sebagai berikut: PBK adalah pembangunan yang meletakkan penduduk sebagai fokus, baik sebagai subjek maupun objek, dalam rangka memperluas pilihan untuk mencapai tujuan pembangunan, standar hidup layak, kesehatan prima, serta memiliki pendidikan dan/atau keterampilan, yang berkelanjutan.

Pembangunan berwawasan kependudukan  mengandung lima dimensi yang integral. Ada pun kelima dimensi tersebut diperoleh dengan cara menurunkan (derivasi) dari konsep pembangunan yang digunakan dalam menyusun konsep PBK yaitu :

  1. Population responsive: dimensi integrasi.
  2. Penduduk sebagai subjek: dimensi partisipasi.
  3. Penduduk sebagai objek: dimensi pro-poor
  4. Pembangunan berkelanjutan: dimensi keberlanjutan.
  5. Prinsip penting dalam pembangunan: dimensi kesetaraan.

Adapun ilustrasi tentang dimensi-dimensi tersebut dapat dilihat pada Gambar berikut.

Langkah berikutnya adalah menjabarkan dimensi-dimensi yang telah tersusun ke dalam indikator yang operasional. Maksud dan tujuan penyusunan indikator tersebut adalah untuk mempermudah pemerintah pusat maupun daerah; nasional, provinsi, kabupaten/kota, untuk melaksanakan pembangunan yang berwawasan kependudukan. Dengan dasar tersebut maka ada beberapa prinsip yang digunakan dalam menyusun indikator, yaitu :

  1. Policy relevant: indikator yang disusun harus mempunyai relevansi dengan perumusan, implementasi atau monitoring dan evaluasi  kebijakan (nilai kemanfaatan).
  2. Specific: indikator yang disusun harus bersifat spesifik mengukur dimensi yang telah ditentukan.
  3. Valid dan reliable: data yang digunakan harus valid (akurat) dan dapat dipercaya (reliable).
  4. Sensitive: indikator yang digunakan harus sensitif.
  5. Measurable: indikator yang digunakan harus terukur.
  6. User-friendly: indikator harus mudah digunakan.
  7. Cost effective: efektif dari segi waktu dan biaya.

Refrensi : PWKL4101 – Kependudukan

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here